SIap Temui Musibah Alam 2023 Pakar Geologi Unpad Tidak boleh Lupa Kita Ada dalam Ring of Fire

SIap Temui Musibah Alam 2023 Pakar Geologi Unpad Tidak boleh Lupa Kita Ada dalam Ring of Fire

 

Sejauh 2022, banyak kasus musibah alam di Indonesia. Musibah-bencana yang terjadi salah satunya banjir, tanah longsor, erupsi gunung, sampai gempa bumi yang terakhir kelihatan semakin sering terjadi.

Diambil dari situs sah Tubuh Nasional Pengendalian Musibah (BNPB), musibah alam yang terjadi sepanjang 2022 capai 3.503 peristiwa. Perincian berdasar macamnya ialah 28 kali gempa bumi, 1 kali gunung api meledak, 251 kebakaran rimba dan tempat, 4 kali kekeringan, 1.511 banjir, 634 peristiwa tanah longsor, 1.048 cuaca berlebihan, dan 26 gelombang pasang atau abrasi.

Andi Mallarangeng Ngomong Konsolidasi Demokrat dengan NasDem dan PKS Semakin Dekat

Dengan adanya banyak peristiwa itu, bagaimana sebetulnya kondisi geografis di Indonesia?

Menurut Mohamad Sapari Dwi Hadian, Manager Penelitian dan Pengembangan di Fakultas Tehnik Geologi (FTG) Kampus Padjadjaran (Unpad), Indonesia ada di wilayah ekuator.

“Jadi ucapkanlah dari Andaman sampai ke NTT, itu (tatap muka lurus) pada bagian pesisir sisi Barat dan Selatannya. Jika disaksikan dari Sumatera itu (tatap muka lurus berada di) sisi Barat, jika di Jawa itu sisi Selatan sampai ke NTT.” katanya, saat diwawancara Tempo.co pada Kamis, 29 Desember 2022 lewat zoom rapat.

Disamping itu, dosen yang fokus pada sektor geologi lingkungan ini mengatakan jika Indonesia sebagai sisi dari ring of fire atau lingkaran api Pasifik. “Pada bagian Sulawesi, Maluku, dan sekelilingnya, itu kita punyai triple junction. Itu ialah lingkaran api ya jika dari geologi,” tutur Sapari.

Ring of fire ini dijelaskannya sebagai wilayah sumber munculnya mineral. Wilayah ini banyak memiliki sumber daya alam yang prospektif didalamnya, tetapi ada segi yang lain yang dapat bikin rugi Indonesia sendiri.

Cincin api terbentuk dari ada gerakan lurus tektonik. Maka dari itu, daerah yang ada di atasnya mempunyai potensi alami beragam gerakan geologis.

Kekuatan musibah Indonesia

Ada di wilayah lingkaran api membuat Indonesia mempunyai kesempatan yang besar berlangsungnya beberapa musibah alam. Beberapa musibah yang memungkinkan terjadi di sini menurut Sapari ialah gunung meledak dan gempa bumi, hingga realisasi dari hal itu dapat jadikan pergerakan tanah, longsor, dan sebagainya.

Disamping itu, Sapari mengatakan jika keadaan yang ramai terjadi sekarang ini ialah peralihan cuaca berlebihan, misalnya hujan lebat terus-terusan yang mengakibatkan banjir besar.

Usaha mitigasi musibah

Saat ditanyakan berkenaan peralihan dan kekuatan musibah dari tahun ke tahun, Sapari menerangkan jika musibah itu bukan berdasar tahun.

“Jika kita saksikan dari musibah sich sebenernya gak menyaksikan tahun ya, ingin tahun berapa saja jika terjadi musibah ya terjadi,” katanya.

Sapari mengatakan, meskipun pada 2022 banyak tipe musibah alam yang terjadi di Indonesia, tetapi untuk beberapa tahun selanjutnya tidak langsung dapat diprediksikan dengan tentu.

Menurut dia, musibah yang tidak alami yang dapat diperhitungkan diantaranya ialah kebakaran rimba, walau sudah menyusut jauh dibandingkan 3 tahun ke belakang.

Di lain sisi, perlu dilakukan usaha mitigasi untuk menyiapkan bila sewaktu-waltu terjadi musibah. “Apa lagi jika terjadi mixing, misalnya bila terjadi gempa bumi, selanjutnya sesudahnya ada cuaca berlebihan. Maknanya kan bangunan hancur, intensif hujan besar. Itu penting dipahami SOP pengatasannya seperti apakah,” katanya.

Pada ringkasannya, meskipun Indonesia ada di wilayah yang paling mempunyai potensi terjadi musibah-bencana alam gempa tektonik dan vulkanik, tapi tidak boleh lupakan ada tipe musibah lain. Cuaca berlebihan dan musibah alami atau yang karena tingkah manusia pasti harus dicurigai juga.