Semua Bank Umum Telah Punyai Modal Pokok Rp 3 Triliun Tidak Ada yang Turun Kelas

Semua Bank Umum Telah Punyai Modal Pokok Rp 3 Triliun Tidak Ada yang Turun Kelas

Semua bank umum sudah penuhi modal pokok Rp 3 triliun sampai akhir batasan waktu 31 Desember 2022. Hal itu dikatakan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Kewenangan Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae lewat pertemuan jurnalis lewat cara online, Senin, 2 Januari 2023.

Sebagai info, ketetapan pemenuhan modal pokok bank umum telah termuat dalam Ketentuan OJK nomor 12 tahun 2020 mengenai koalisi bank umum. Dian menyebutkan, ada 26 bank umum yang sampai Sabtu minggu kemarin, 31 Desember 2022, telah menenui ketetapan modal pokok.

Kulit Terlihat Tahan lama Muda Ini 3 Panduan Tingkatkan Collagen

Adapun pemenuhan modal initi minimal ini dilaksanakan perbankan lewat berkonsolidasi dengan pemerolehan, merger, peleburan, pengambilalihan, integratif, atau alterasi.

Meskipun begitu, Dian menjelaskan, sekarang ini masih tetap ada dua bank yang hendak lakukan merger untuk penuhi modal pokok minimal. Tetapi, ia malas mengutarakan nama dari bank itu karena OJK ingin ikuti proses administrasi Bursa Dampak Indonesia (BEI) yang berjalan.

“(Nama bank) ini tidak dapat disebutkan secara eksplisit karena ini sudah pasti bisa punya pengaruh ke harga saham dan lain-lain,” tutur Dian.

Selanjutnya, Dian menjelaskan, dalam Ketentuan Kewenangan Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 tahun 2020 disebut, jika bank tidak sanggup penuhi ketentuan ini, karena itu bank akan dipaksakan untuk merger, self-liquidation atau likuidasi suka-rela, sampai turun kelas jadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

“Arah OJK berlakukan ketetapan modal pokok minimal ini supaya perbankan dalam negeri sama-sama berkonsolidasi hingga mekanisme perbankan lebih efektif,” kata Dian.

Ditambah, Dian masih berasa pasar keuangan Indonesia sekarang ini belum juga efektif hingga memerlukan upaya-upaya tertentu untuk bagaimana tingkatkannya dari beragam tipe bank.

“Memang kelak kami akan pakai ketetapan yang berkaitan bermodal minimal Rp 3 triliun itu sebagai usaha ke sana,” katanya kembali.