Polda Metro Jaya Sebutkan Rekonstruksi Ulangi Kecelakaan Mahasiswa UI untuk Transparan Kilas balik

Polda Metro Jaya Sebutkan Rekonstruksi Ulangi Kecelakaan Mahasiswa UI untuk Transparan Kilas balik

 

Polisi sudah melangsungkan rekonstruksi ulangi kasus kecelakaan yang tewaskan mahasiswa UI pada Kamis, 2 Februari 2023. Kepala Sektor Jalinan Warga Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan perlakuan itu untuk transparan info ke seluruh pihak.

“Ini untuk memberi suatu hal transparan transparansi ada ahli pidana, tranportasi, pengawas dari Kompolnas, bahkan juga dari kawan-kawan media,” tutur Trunoyudo di Seasons City Mall, Sabtu, 4 Februari 2023.

Ini Ketidaksamaan Pemahaman Yahudi Israel dan Zionis

Kecelakaan Bis di Afrika Selatan, 20 Orang Meninggal

Dalam kasus ini, Mohammad Hasya Athallah Saputra meninggal sesudah kecelakaan saat malam hari tanggal 6 Oktober 2022. Ia dilindas oleh mobil Mitsubishi Pajero yang dikemudikan dengan seorang pensiunan Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Setia Budi Wahono.

Trunoyudo menjelaskan, rekonstruksi ulangi supaya khalayak dapat menyaksikan keadaan umum dan khusus di Tempat Peristiwa Kasus atau TKP. Disamping itu supaya menghindar ada disinformasi yang tersebar.

Karakter rekonstruksi ulangi ini untuk menyaksikan flashback peristiwa yang terjadi saat malam hari itu. “Karakter rekonstruksi itu lebih ke menyaksikan kembali, kilas balik, itu ialah inisiasi dari Bapak Kapolda untuk memberi transparan dan transparansi,” kata Trunoyudo.

 

Sopir BMW yang Musuh Arah sampai Tubruk Pengendara Motor Diputuskan Sebagai Terdakwa

Polisi memutuskan Hasya yang telah meninggal sebagai terdakwa. Mahasiswa UI itu dipandang lupa dalam memakai sepeda motornya dan berbuntut kejadian fatal.

Faksi keluarga Hasya menunjuk Eko lakukan pembiaran bantuan pada mahasiswa UI itu. Selanjutnya keluarga memberikan laporan pensiunan Polri itu ke Polda Metro Jaya pada Kamis, 2 Februari 2023.

Trunoyudo menjelaskan faksi keluarga mempunyai dua keinginan, satu diantaranya supaya laporan pada Eko diolah. “Satu, berkaitan status terdakwa, dan ke-2  berkaitan ada proses hukum yang perlu dilakukan tindakan. Satu diantaranya ialah itu ada tindaklanjut laporan itu,” katanya.

Mahasiswa UI yang Meninggal jadi Terdakwa, BEM UI: Seperti Kasus Ferdy Sambo Jilid II

Dua keinginan keluarga korban mahasiswa UI

Keluarga mahasiswa UI, Mohammad Hasya Athallah Saputra, mempunyai dua keinginan ke polisi dalam kasus kecelakaan yang mengikutsertakan Ajun Komisaris Besar pensiunan Eko Setia Budi.

Kepala Sektor Jalinan Warga Polda Metro Jaya Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, kemauan itu sesudah ada laporan pada penabrak Hasya. “Satu, berkaitan status terdakwa, dan ke-2  berkaitan ada proses hukum yang perlu dilakukan tindakan. Satu diantaranya ialah itu ada tindaklanjut laporan itu,” ucapnya di Seasons City Mall, Sabtu, 4 Februari 2023.

Pensiunan polisi Eko Setia Budi Wahono diperhitungkan biarkan Hasya Athallah sesudah ke-2 nya turut serta kecelakaan di Srengseng, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada 6 Oktober 2022. Keluarga korban memberikan laporan Eko ke Polda Metro Jaya pada 2 Februari 2023 atas sangkaan pembiaran.

Menurut Trunoyudo, saksi-saksi dan bukti hukum kasus kecelakaan ini jelas sudah. Untuk laporan pada Eko, polisi saat ini masih mempelajarinya.Jika diketemukan elemen pidana, karena itu prosesnya bisa lebih cepat karena konstruksi kasusnya sama. Tetapi, penyelidik perlu temukan minimum dua alat bukti untuk meningkatkan kasusnya ke tahapan penyelidikan. “Tapi itu kita nantikan, karena ini belum berhenti, baru terima laporan polisi,” tutur Trunoyudo.

Kasus ini memetik kritikan dari khalayak karena polisi memutuskan Hasya Athallah yang meninggal dalam kecelakaan itu sebagai terdakwa. Polisi memandang mahasiswa UI tersebut lupa dalam berkendaraan. Sorotan dari khalayak membuat Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran membuat team dan minta dilaksanakan rekonstruksi ulangi.

Sampai sekarang ini, polisi belum mengambil status terdakwa dari Hasya Athallah. Polda Metro Jaya akan minta pengkajian ke ahli hukum untuk mengambil status itu di luar proses peradilan. “Kita saksikan apa beberapa ahli dapat memberi satu pengkajian di luar dibanding proses yang berjalan, ini kita coba juga. Di luar dari proses peradilan,” papar Trunoyudo.

Berbicara Kasus Mahasiswa UI Meninggal, Kapolda Metro Meminta Khalayak Ketahui Dua Hal

Informasi Seterusnya

Argumen Keluarga Korban Ingin Surati Jokowi sampai Kapolri Masalah Kasus Pembunuhan oleh Anggota Densus 88

23 menit yang lalu

Artikel Berkaitan

Kecelakaan Bis di Afrika Selatan, 20 Orang Meninggal

Sopir BMW yang Musuh Arah sampai Tubruk Pengendara Motor Diputuskan Sebagai Terdakwa

Ini Nasib Sopir BMW Musuh Arah Tubruk Mati Pengendara Honda Vario

Teddy Minahasa Sangkal Perintahkan Dody Prawiranegara Pinggirkan Sabu Untuk Dipasarkan

Sidang Teddy Minahasa, 8 Polisi dari Polda Metro Jaya dan Polres Bukittinggi Jadi Saksi Kasus Tawas Diganti Sabu

Kecelakaan di Depok, Ertiga Hampir Terjerumus ke Kali karena Jauhi Pengendara Motor

Tubrukan di antara sebuah bis dan mobil ambil tunai keliling terjadi di jalan khusus di propinsi Limpopo utara Afrika Selatan.

Selainnya diputuskan sebagai terdakwa, sopir BMW berinisial CN itu langsung ditahan di Rutan Ditlantas Polda Metro Jaya.

Sopir BMW berinisial CN ditahan di Rutan Ditlantas Polda Metro Jaya. Ia diintimidasi Pasal 310 Ayat 4 Junto Pasal 287 UULAJ.

Teddy Minahasa menanyakan kenapa ia diamankan dan jadi terdakwa, walau sebenarnya tidak ada pengecekan apapun.

Hotman Paris Hutapea sebagai penasihat hukum Irjen Teddy MInahasa berkeberatan bila polisi dari Polres Bukittinggi bersaksi terlebih dahulu.

Jalan Pitara Depok yang sejajar dengan Kali Cabang Barat memang beresiko karena sering terjadi kecelakaan motor dan mobil nyemplung di jalan itu.

Polres Metro Jakarta Selatan mengecek pengendara Fortuner yang bawa samurai dan air softgun dan menghancurkan mobil lain di teritori Senopati Jakarta.

Kepolisian sudah mempersiapkan personil penyelamatan sidang vonis Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 13 Februari 2023, ini hari.

Kriminolog UI menyesalkan kepolisian tidak mengambil momen untuk mengatur citra di kasus kecelakaan mahasiswa UI Hasya Athallah.

Mendekati vonis tersangka Ferdy Sambo, Polri kerahkan team gegana untuk amankan jalannya sidang.