Kasus Utang Online sampai Investasi Bodong Membuat OJK Jadi Sorotan Khalayak

Kasus Utang Online sampai Investasi Bodong Membuat OJK Jadi Sorotan Khalayak

Deretanan kasus, dimulai dari utang online sampai investasi bodong, membuat Kewenangan Jasa Keuangan (OJK) jadi perhatian. Apa beberapa kasus itu?

1. Utang Online (Pinjol)

Salah satunya kasus utang online yang menggegerkan khalayak ialah kasus yang menangkap 121 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka jadi korban penipuan berlagak kerja sama pemasaran online yang membuat mereka terlilit Pinjol pada November 2022 kemarin.

Polda Metro Jaya Tangkap Seorang Kombes karena Gunakan Sabu

“Keseluruhan utang sekitar 197 utang sebesar Rp 650,19 juta, dengan bill paling tinggi Rp 16,09 juta. Angka ini digabungkan Posko Aduan Satuan tugas Siaga Investasi (SWI) di IPB sampai 23 November 2022,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Ogi Prastomiyono dalam pertemuan jurnalis online di Jakarta, Senin, 19 Desember 2022.

Adapun basis pemberi utang itu ialah Akulaku dengan outstanding Rp 66,17 juta ke 31 mahasiswa, Spaylater dengan outstanding Rp 201,65 juta ke 51 mahasiswa, Spinjam dengan outstanding Rp 141,81 juta ke 41 mahasiswa, dan Kredivo dengan outstanding Rp 240,55 juta ke 74 mahasiswa.

2. Investasi Bodong

Ada banyak kasus investasi bodong sebagai perhatian khalayak di tahun 2022, salah satunya kasus Binomo, Quotex, sampai Net89.

Dalam kasus Binomo, selebgram Indra Kenz disebutkan bikin rugi nasabahnya sampai 3,8 miliar. Kasus ini sudah masuk set akhir sesudah Indra Kenz divonis sepuluh tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Sementara selebgram Doni Salmanan jadi terdakwa kasus investasi bodong Quotex. Dia divonis hukuman bui empat tahun dan denda sejumlah Rp 1 miliar.

Dan dalam kasus investasi bodong PT Simiotik Multilenta Indonesia (SMI) atau Net89 mengakibatkan keseluruhan rugi warga capai Rp 3 triliun rupiah.

Kepala Departemen Penyelidikan Bidang Jasa Keuangan Kewenangan Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing menyikapi ramainya kasus investasi bodong robot trading Net89. Dia sampaikan dua anjuran saat sebelum warga memilih untuk melakukan investasi.

“Jika warga ingin investasi atau terima penawaran investasi dengan imbal hasil tinggi supaya check 2L, legal dan rasional,” katanya saat dikontak pada Ahad, 6 November 2022.

Legal yang dia tujuan ialah mengecek hal pemberian izin tubuh hukum dan aktivitas robot trading itu, hingga bila robot trading tidak mempunyai ijin, warga seharusnya tidak melakukan investasi di situ.

Seterusnya faktor rasional memiliki arti warga harus menyaksikan tingkat kerasionalan imbal dari hasil satu instrument investasi. Menurutnya, mustahil aktivitas trading selalu memberi keuntungan yang jelas karena ada selalu resiko rugi dari trading.

Maka jika penawaran yang diberi cuma janjikan keuntungan besar, warga perlu berprasangka buruk aktivitas itu ialah investasi bodong.

3. Koperasi Ilegal

Kasus koperasi ilegal yang pernah mengambil alih perhatian khalayak ialah kasus Koperasi Taruh Pinjam (KSP) Indosurya. Kasus ini muncul sesudah KSP Indosurya alami tidak berhasil bayar.

Ketua KSP Indosurya namanya Henry Surya lalu memerintah Direktur Keuangan KSP Indosurya Juni Indria dan Direktur Operasional Suwito Ayub untuk mengumpulkan dana warga memakai tubuh hukum Koperasi Taruh Pinjam Indosurya Pokok/Cipta.

Lewat koperasi itu, KSP Indosurya diperhitungkan mengumpulkan dana secara ilegal semenjak November 2012 sampai Februari 2020. Pengumpulan dana ini mempunyai wujud simpanan berjangka dengan memberi bunga 8 – 11 % yang sudah dilakukan di semua daerah Indonesia tanpa ijin usaha dari OJK.

Bareskrim Polri selanjutnya memutuskan tiga pejabat KSP Indosurya sebagai terdakwa, yakni Henry Surya, Juni Indria, dan Suwito Ayub. Ke-3 nya dijaring dengan Pasal 46 Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 mengenai tentang Perbankan dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4. Dan, Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 mengenai Penangkalan dan Pembasmian Tindak Pidana Pencucian Uang.

4. Asuransi Tidak berhasil Bayar

Deretan perusahaan asuransi terdaftar alami tidak berhasil bayar, salah satunya ialah asuransi Jiwasraya, Bumiputera, Kresna Life, dan Wanaartha Life.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono memandang persoalan asuransi itu tidak lepas dari penumpukan masalah yang terjadi lama.

“Ini sebetulnya bukan hanya baru ada. Tetapi, ada infrastruktur perusahaan asuransi yang penting diatur secara baik,” tutur Ogi pada, Senin, 24 Oktober 2022.

Persoalan itu, katanya, terjadi saat perusahaan asuransi ada pada suatu keadaan tertentu. Keadaan yang dia tujuan ialah investasi yang sudah dilakukan perusahaan nilainya jatuh berarti dari nilai portofolio awalnya.

Ringkas, asset asuransi selanjutnya turun. Dalam pada itu, kewajiban perusahaan pada nasabah semakin meningkat. “Hingga terjadi jarak, perusahaan asuransi tidak bisa tutupi kewajiban yang besar,” kata Ogi.

Karenanya, Ogi menjelaskan perusahaan asuransi yang memiliki masalah harus sampaikan gagasan penyehatan keuangan (RPK) perusahaan. Tujuannya, pemegang saham harus lakukan tambahan setoran modal. Kewajiban yang besar tersebut yang mengakibatkan keadaan ekuitas negatif dapat normal kembali.